Komnas Anak Siap Rawat Bayi Dianiaya Ibunya

Kakak korban yang juga diduga alami kekerasan akan dibawa ke Rumah Perlindungan Anak.
 
Komisi Nasional Perlindungan Anak meminta Rumah Sakit Rumah Sakit Koja, Jakarta, membebaskan biaya perawatan Feri, bayi 5 bulan, yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu kandungnya.

Komnas juga siap merawat Feri beserta kakaknya, Icha, yang juga diduga mengalami kekerasan. "Kami minta agar seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah, dalam hal ini tentunya Dinas Kesehatan DKI Jakarta," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, saat dihubungi melalui telepon, Minggu 6 Juni 2010.

Untuk itu, sambung dia, pihaknya Senin 7 Juni 2010, besok akan bertemu dengan Direktur RSUD Koja guna meminta Feri dirawat sebaik mungkin hingga sembuh dan dibebaskan biaya perawatannya. "Korban merupakan orang tidak mampu, jadi sudah jadi kewajiban pemerintah menanggung biaya perawat," katanya.

Selain itu, Jika Feri sembuh Komnas PA juga bersedia merawatnya di rumah perlindungan sosial anak, begitu juga untuk kakak korban Icha yang kini dititipkan di rumah tetangganya. "Besok juga kami akan jemput kakaknya dan membawa ke rumah perlindungan sosial anak," ujar Arist.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Arist menilai bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia belum terjamin keselamatannya. "Kasus seperti ini bukan sekali ini saja, sudah berulang-ulang. Bukti anak-anak belum dapat perlindungan dari orang tua dan negara," ujarnya.

Apapun alasannya, setiap orang tua yang menyiksa anak, meskipun mengalami gangguan kejiwaan atau depresi, harus diperiksa. "Kalau proses hukumnya, nanti biar polisi yang menentukan. Tentunya harus dilakukan tes kejiwaan untuk memastikan apakah sang ibu memang benar mengalami gangguan kejiwaan," ujar Arist.

Selain itu, Arist meminta juga kepada polisi untuk mencari dan meminta keterangan bapak korban. "Bukan hanya ibunya yang bertanggung jawab, bapaknya juga harus ikut tanggung jawab, bahkan diproses secara hukum. Bisa jadi ini akibat kekerasan dalam rumah tangga," ujarnya.

Seperti diketahui, Feri bayi berusia 5 bulan harus mengalami perawatan intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara, setelah kedua tangan dan kakinya patah di beberapa bagian akibat kekerasan yang diduga dilakukan oleh ibunya. Sang ibu sendiri diduga mengalami stres berat.


• VIVAnews

0 komentar: